KISAH PERJALANAN MARU NAZARA

KISAH SEBUAH PERJALANAN MARU NAZARA

 

Aku dilahirkan disebuah pendalaman terpencil di pulau Nias, pulau Nias sendiri ada di daerah Sumatera Utara

Pulau ini adalah pulau yang sangat INDAH dengan keindahan laut yang ada disekitar dan kehidupan yang masih kental dengan alam…

KISAHKU DIMULAI DISINI…

Saya terlahir didaerah tersebut dengan KISAH yang amat sangat mengharukan, yang mana kami tinggal didaerah pendalaman yang jauh dari penduduk desa, dan tidak ada tetangga ditempat kami tinggal, kami tinggal hanya disebuah pondok dan beralaskan tanah.

Kami mengalami kehidupan yang sangat pahit, dimulai dari keluarga yang mana ayah saya adalah seorang pemabuk berat dan juga penjudi, dan hampir setiap hari kami dipukul terlebih ibu saya yang terus menjadi korban kekerasan dalam keluarga kami.. satu hari mamaku pernah hampir meninggal karena kehabisan darah karena dipukul oleh Ayah.. Mama pingsan 1 hari.. mama sudah mau pergi waktu itu, dia cerita dia sudah keluar dari tubuhnya dan dia lagi berjalan disatu tempat.. kami sangat sedih mendengarnya

Sering kali Ayah memukul Mama tanpa alasan, mungkin saja karena sudah terbiasa memukul maka itu menjadi sebuah kebiasaan.

Mamaku adalah seorang yang sangat kuat, tidak pernah melawan, dia sangat percara akan adanya TUHAN, dia terus menanti itu hingga 25 tahun kemudian…

Saya anak kedua dari empat orang bersaudara

Orang tuapun kerjanya serabutan, ditambah lagi sering hujan didaerah kami, yang mana penghasilan utama didaerah kami adalah karet atau getah… dan jika musim hujan maka tidak bisa menghasilkan uang..

Ayah tidak pernah peduli dengan kami, apapun yang terjadi dia tidak mau tau, dia hanya memikirkan dirinya…

Kami hidup dalam kemiskinan yang sangat parah, kami kekurangan makanan, kami sering mengalami lapar, makanan kami sehari-hari hanya singkong rebus dan pisang rebus, dan dengan sayur singkong, kami jarang sekali makan nasi, karena kami harus punya uang yang cukup untuk beli beras, sementara Ayah mengambil semua uang hasil karet atau hasil mereka kerja upahan..

Saya sedih melihat adik saya ketika dia menelan singkong dengan mata yang berkaca-kaca, dia seakan tidak sanggup untuk menelannya, tapi kami tidak punya pilihan lain.

——————> Next

KISAH DIPONDOK

Umur saya waktu itu sekitar 4 tahun saya masih ingat kenangan di tempat itu, disisi lain tempat itu juga adalah surga dimasa kecil kami, karena kenangan ditempat itu tidak pernah terulang kembali.

kami ada 4 orang bersaudara, 3 orang laki-laki dan 1 orang perempuan, saya anak nomor 2, Abang saya bernama Nite, adik saya nomor 3 namanya Rafi, dan adik saya yang paling bungsu Nosa.

Ketika orang tua kami pergi bekerja ke ladang, maka kami bermain dipondok, Ayah dan Ibu kami sebagai petani memotong /menoreh karet dan bercocok tanam di kebun. Pada saat itu kami tinggal bertiga, saya dan kedua adik saya. Abang saya Nite sudah pergi ke kota gunung sitoli untuk bekerja disana. umur abang saya masih sekitar 7 tahun waktu itu dia sudah bekerja ditoko karena ekonomi kami yang lemah, dan Nite tidak melanjutkan sekolah lagi.

Sesekali saya dan adik saya Rafi dan Nosa, pergi mencari ikan dan udang disungai dibelakang rumah, nama sungai itu Tarewaye, kami masih kecil tapi kami sudah bisa menangkap ikan, kami pasang prangkap ikan dan kami juga mancing udang dengan cara kami ada diatas batu, terus kami lemparkan umpan untuk udang-udang tersebut singkong mentah yang sudah kami kunyah terlebih dulu, dan tidak lama kemudian udang keluar dari dalam batu, udang yang besar-besar juga keluar semua, nah ketika udangnya lagi asyik makan, maka kami mengulurkan sebatang lidi kearah mata udang tersebut yang sebelumnya kami sudah pasang benang di ujung lidi tersebut.

Yang mana juga benang itu kami peroleh dari batang pisang, jadi batang pisang kami gosok lalu mengeluarkan benang, itulah yang menjadi benang untuk kami memancing mata udang, dan setelah mata udang masuk kedalam benang yang ada di ujung lidi tersebut lalu kami putar sampai mata udangnya terikat, lalu kami tarik pelan-pelan keatas dan cara nariknya juga jangan seperti memancing ikan karena lidinya bisa patah, tapi tarik lurus keatas, dan biasanya udang tidak terlalu takut dengan sebatang lidi kecil jadi cara ini sangat mudah untuk menangkap udang.

Nah, cara kami memancing udang ini terbilang unik, dan belum banyak orang yang melakukannya, kalau mau coba pasti seruuuu heheh

Umur saya sudah cukup untuk sekolah dan orang tua daftar kami kesekolah, dengan adik saya Rafi, lalu kami berangkat bersama-sama, rumah kami jauh dari sekolah sekitar 8 kilo meter jalan kaki… dan kami tidak pakai sepatu karena dijalan banyak lumpur, jadi sepatu atau sandal kami masukkan ke dalam kantong plastik setelah sampai sekolah baru kami pakai, dan begitu juga kalau pulang.

Tetangga kami juga jauh, yang paling dekat satu kilo meter dari pondok tempat kami tinggal, jadi kami benar-benar hanya ada 1 pondok disana, dan berekonomi lemah.

Kami juga jarang-jarang ketempat keramaian, Ayah dan Ibu hanya mengajak kami jika ada undangan pernikahan dan sesekali diajak kepasar, kami tidak terbiasa dengan suasana yang ramai, kami termasuk pemalu dan sangat takut jika kami ketempat keramaian.

Penghasilan utama orang tua kami adalah karet, jadi ketika musim hujan maka tidak bisa menghasilkan karet, karena karet hanya bisa di potong ketika musim kemarau saja, dan di tempat kami di Nias, sering sekali hujan, beda dengan kota jakarta atau kota-kota lainnya.

Pada waktu itu umur saya sekitar 6 tahun, lalu ada saudara perempuan Bapak saya, kami memanggilnya “Mama Talu” dan meminta agar saya tinggal ditempat mereka, rumah mereka sudah sangat jauh dari tempat kami, waktu itu saya di bonceng naik sepeda dan memakan waktu sekitar 5 jam perjalanan. orang tua mengizinkan saya untuk tinggal disana, dan saya melanjutkan sekolah SD kelas 1 ditempat itu, nama daerahnya Luzamanu.

Selain saya sekolah saya juga membantu Mamatalu…

Mama Talu dan keluarganya bekerja di ladang, kadang saya harus menjaga anak-anaknya dan saya juga sering berangkat dengan Nene Ema ke kebun, Nene Ema sangat baik dengan saya, Nene Ema adalah Ibu dari suami Mama Talu, disaat saya teringat saya tidak bisa lupakan kebaikan Nene Ema sampai sekarang, dia juga ajarin saya lagu untuk kesenian disekolah, nene Ema paling baik dengan saya. (#orang baik selalu dikenang dan menjadi inspirasi)

Ditempat ini saya tidak bebes bermain seperti dipondok kami dulu, memang ditempat ini sudah ramai, rumah disana bagus-bagus bukan seperti di daerah kami, saya sudah mulai ada teman-teman baru, tapi saya tidak terlalu bebas bermain dengan mereka karena saya ada kerja ditempat mama Talu.

Terkadang saya tidak sekolah karena harus ikut Mama Talu untuk motong/ Noreh karet, saya sedih karena saya tidak sekolah, saya menangis dijalan karena saya dipaksa ikut Mama Talu untuk bekerja, karena kami harus berangkat pagi sekitar jam 4 pagi untuk memotong karet, dan memakan perjalanan sekitar 2 jam, saya sangat terganggu dengan embun pagi, didaerah itu embunnya sangat banyak.. jadi semua celana dan baju dibasahi embun tiap pergi bekerja dipagi hari dan rasanya sangat dingin, dan saya sangat tidak nyaman kena embun itu.

Hati saya menangis tapi saya hanya bisa menurut saja karena saya tidak bisa apa-apa, apa yang disuruh itu yang saya lakukan, saya sangat rindu untuk pergi kesekolah pada saat itu, jadi saya sering bolos sekolah.

Tak lama kemudian saya dapat kabar bahwa keluarga saya akan pergi merantau ke daerah Pekanbaru Riau, mereka akan bekerja dikebun sawit, ada orang yang mengajak mereka.

karena ekonomi kami pada saat itu sangat melemah, dan pada saat saya tinggal dipondok memang ekonomi kami sudah sangat lemah, makanan yang layak dan cukup buat kami sudah sangat cukup, kami tidak perlu harta kekayaan…

kami jarang sekali makan nasi, kami sering makan singkong rebus, pisang rebus atau singkong bakar, makan singkong rebus terus-menerus bosan dan sudah tidak ada rasa samasekali.

Kami hanya bisa makan nasi jika orang tua jual getah karet hasil panen, dan mereka beli beras dan ikan yang masih segar dipasar, setelah mereka pulang mama masak dengan khas yang kami suka yaitu gulai ikan, kami merasa seperti orang kaya pada saat kami makan enak, karena jarang-jarang kami makan enak..

Jika mama masak nasi, biasanya hanya sedikit saja, dan mama punya teknik agar kami kebagian semua yaitu dijadikan bubur, jadi cara kami makanpun tidak seperti biasa, kami makan singkong dulu baru terakhir kami makan nasi, supaya kenyang terakhirnya makan nasi.

tapi beda kalau Mama dan Ayah jual karet mereka beli beras lumayan banyak bisa masak 2 atau 3 kali, jadi kami benar-benar makan enak pada saat itu dan kami full makan nasi dan ikan gulai tanpa singkong, kami begitu mewah disaat-saat itu. dan setelah beras habis kembali lagi seperti biasa, makan singkong rebus.

Ayah tetap kembali seperti kebiasaannya, minum, judi, kekerasan dalam rumah tangga… kami hanya bahagia beberapa jam saja dirumah, karena ayah akan marah satu waktu… Kami sering tidur diluar rumah kalau Ayah marah, karena kami sangat takut dia sering bawa parang dan pisau dan mengejar kami.

Kami tidak terasa lagi dengan nyamuk, kami sepertinya mati rasa karena ketakutan, Saya melihat wajah mama yang terus berdoa buat Ayah…

Mamaku beberapa kali menyerah, mungkin puluhan kali, dia beberapa kali mencoba bunuh diri tapi gagal, dia sudah pernah gangung diri, dia sudah pernah minum racun, tapi emmm entah kenapa mama masih bisa hidup dan bisa bertahan sekuat itu.

Dikampung kami ayah adalah orang yang sangat ditakuti, selain memiliki ilmu hitam, setiap minggu memukul orang dipasar, dia suka berantam dia melawan puluhan hingga ratusan orang, bahkan dia sering melawan satu kampung, darahnya begitu panas !

Dia sering memukul dirinya jika tidak ada yang berani melawan dia pada saat itu.

Dia sering dikeroyok dipasar sudah tidak terhitung jumlahnya berapa kali, dan tidak pernah bengkak sidikitpun, dia punya ilmu hitam yang sangat kuat.

Tiap dia berangkat kepasar untuk berantam, dia duduk didepan pintu sekitar 1 jam, bisa lebih cepat atau bisa juga lebih lambat, tergantung waktu yang dia tentukan, dia punya indra ke-6

Dia tau kalau dia kalah atau menang hari itu, dia bisa tau kalau dikampung itu ada yang akan meninggal beberapa hari lagi, dia bisa tau kalau ada orang yang akan datang berkunjung ke pondok kami.

Dan orang juga sudah kenal dengan ayah paling sering memukul istri dan anak, jadi orang tidak heran lagi jika mamaku dipukul didepan orang atau dipasar hingga mengeluarkan darah, kepala mamaku pernah dipukul di pesta pernikahan, dan kepala mamaku pecah, hingga sekarang bekasnya masih ada.

Kami tidak tega melihat wajah mama, kami sangat sayang mama, kami kehilangan figur ayah, kami hanya butuh mama waktu itu, kami bahagia dekat mama, ada damai yang sangat besar..
Kami hanya bisa menangis bersama mama ketika dipukul sama ayah.

Tapi ditempat mama talu kami sering makan nasi, disini makanan lebih enak daripada di pondok kami.

Orang tua saya berangkat bekerja dikebun sawit menyeberang lautan ke daerah Riau, cukup jauh perjalanan sekitar 2 hari dan 2 malam baru sampai ketempat itu, mereka berangkat bertiga, Ayah, Ibu dan Nosa, Saya tinggal sama Mama Talu, adik saya Rafi tinggal dirumah nenek dan abang saya Nite masih kerja di toko di Gunung Sitoli, saya merasa sedih karena kami semua terpisah.

Dan saya merasa terlalu berat tinggal dirumah orang lain, karena saya harus bantu mereka bekerja, saya rindu kembali bersama keluarga.

Sekarang saya sudah naik kelas, lalu saya dapat kabar baik bawah Ayah kami datang dari Riau dan ingin mengajak kami ke Riau… kabar itu begitu memberikan saya sukacita yang begitu besar, saya merasa sudah merdeka, lalu Ayah mengajak kami ke tanah rantau di daerah Riau saya dan Rafi siap berangkat… selamat tinggal pulau impian tempat kelahiranku, sampai jumpa lagi, terima kasih talah banyak kisah yang memberikanku pengertian tentang hidup !

Kami berangkat naik bus, sampai ke kota Gunung Sitoli, Gunung Sitoli adalah kota dari pulau Nias, saya baru pertama kali ke kota itu, begitu ramai dan indah sekali, saya kaget melihat kota ada gedung bertingkat dan banyak orang berjualan, saya sangat senang, saya juga ada merasakan ada wangi makanan dan sebagainya, saya mulai melihat kehidupan baru diluar dari kampung kami.

Kami meneruskan perjalanan dari Pelabuhan Gunung Sitoli ke pelabuhan Sibolga Sumatera Utara, kami menempuh perjalanan sekitar 10 atau 12 jam perjalanan naik kapal laut. saya mabuk dikapal laut, karena saya tidak terbiasa.

Setelah sampai di darat, lega rasanya dan kami terus melanjutkan lagi perjalanan ke Pekanbaru Riau naik Bus, perjalanan 1 hari dan 1 malam lagi baru sampai ketempat itu.

Kami sudah tiba di Pekanbaru dan bertemu dengan Mama dan Nosa, kami sangat terharu karena keluarga kami semua berkumpul, abang saya Nite sudah pindah dari Nias dan kami dengar kabar dia ada di Sidempuan – Medan.

Keluarga sudah pindah dari kebun sawit, alasannya tidak berhasil, malah banyak utang, karena gajinya kecil dan harga barang melambung, jadi semua gaji habis untuk biaya makanan sehari-hari..

Keluarga kami sudah pindah ke desa Dalu-dalu mayoritas penduduk orang pesisir, bahasanya seperti bahasa melayu. kami menyatu dengan warga itu dan kami bisa melanjutkan lagi sekolah disana, saya mulai masuk kelas 2 SD, Rafi dan Nosa kelas 1 SD, kami masih tinggal di desa Dalu-dalu, orang tua saya bekerja sebagai upahan harian dan juga petik buah kelapa di kampung tempat kami tinggal,.

Kami dibantu oleh warga daerah itu untuk diberikan rumah untuk tinggal. Orang Tua sudah jadi mualaf (memeluk Agama Islam) dan kami pun ikut memeluk agama Islam.

Kami sudah mulai bisa bahasa Dalu-dalu, karena teman-teman kami semua anak kampung itu dan tidak begitu lama sekitar 1 tahun kami sudah lancar bahasa Dalu-dalu, dan kami lebih lancar bahasa Dalu-dalu daripada bahasa Indonesia, karena di Dalu-dalu jarang pakai bahasa Indonesia.

Lalu saya tinggal dirumah orang Namanya Bpk Ucok Parlang dan Istrinya Ibu Emi.. dia punya rumah makan (Rumah Makan Surya), jadi saya tinggal disitu sambil bantu di rumah makan, dan tiap pagi saya sekolah, sepulang sekolah saya bantu untuk kerja diwarung mereka, jadi mereka membiayai semua sekolah dan kebutuhan saya sehari-hari.

Saya senang karena sudah bisa melanjutkan sekolah, saya naik kelas, saya dapat juara 3, lumayan heheh… sekarang saya kelas 3 SD, Nosa dan Rafi tinggal di rumah orang lain, warung nasi juga, mereka juga bekerja di warung sambil sekolah, meskipun kami masih sangat kecil tapi kami harus bekerja untuk melanjutkan sekolah, jadi biaya sekolah kami ditanggung oleh pemilik warung tersebut.

Saya naik kelas lagi, kelas 4 SD, tapi saya harus balik kerumah orangtua karena saya dipukul oleh istri pemilik rumah makan itu (Ibu Emi), sebenarnya dia baik sama saya, tapi entah kenapa pada saat itu dia ke kamar belakang, ada pakaian yang berantakan belum dirapikan, dan dia marah-marah lalu dia pergi ambil kayu, lalu dia pukul saya berkali-kali hingga kayu itu patah ditangannya.

Saya sangat ketakutan, saya trauma dengan pukulan, saya mau lari dari tempat itu, beberapa hari kemudian saya pergi ke gubuk orangtua di kebun dan saya diantar oleh anak pemilik rumah makan tersebut, saya bilang sama ayah, saya tidak mau tinggal lagi ditempat itu, saya sudah dipukul, saya sangat trauma dengan pukulan itu. akhirnya saya tidak melanjutkan sekolah dan saya bantu orangtua di ladang.

Saya hanya sampai di kelas 4 SD. Umur saya sudah sekitar 12 tahun, lalu saya pergi bekerja disebuah perkebunan, dengan digaji harian disana, saya ikut bersama dengan orang di kampung itu, saya bekerja seperti orang dewasa. jadi sejak kecil saya sudah terbiasa bekerja.

Ayah saya kelakuannya masih sama, tidak ada perubahan, mabuk sudah berkurang karena tidak banyak yang jual minuman disana tapi kekerasan dalam keluarga tetap sama seperti waktu kami tinggal di pondok di pulau Nias dulu.

Beberapa tahun kemudian kami pindah dari Kampung Dalu-dalu ke kota Pekanbaru, karena di ladang tidak bisa menghasilkan, dan kami tinggal disana dengan menyewa rumah kontrakan dikota Pekanbaru.

Lalu kami cari pekerjaan harian, umur saya sekitar 16 tahun, saya kerja sebagai kuli bangunan, yang mana sebelumnya saya pernah kerja juga dihutan narik kayu atau narik balak, pekerjaan narik balak jauh lebih berat dibandingkan yang lain, karena harus menarik kayu yang beratnya ratusan kilo hingga mencapai 1 ton, dengan menarik menggunakan Ongka hanya 4 orang saja, dan menempuh perjalanan sekitar 2 hingga 3 kilo meter, pernah juga kami harus pikul kayu yang besar dan harus naik gunung karena kalau gunang ongka tidak bisa jalan, hanya berjalan di jalan datar saja.. ini adalah pekerjaan paling berat yang saya alami, dan kami harus tidur dihutan, makan seadanya, gaji pas pasan
Dan kami sering mengalami tidak gajian hanya gaji makan saja, alasan kepala rombongan gaji belum turun atau bangkrut dan lain sebagainya.

Saya keluar dari hutan dan mencari pekerjaan di kota Pekanbaru, saya hanya bisa dapat pekerjaan jadi kuli bangunan saja, karena saya putus sekolah, yang sebelumnya saya kerja serabutan, pernah jadi tukang parkir, pembantu dirumah orang, kernek bongkar muat, kerja di kebun sawit, kebun tanam pohon akasia dan banyak lagi kerja kasar lainnya.

Pada saat itu saya berangkat bekerja disebuah bangunan yang mana saya sudah mulai bisa menukang, saya sudah bisa pasang keramik dan pasang batu-bata dan juga sudah bisa pasang plaster.

Karena saya sudah ikut orang bertahun-tahun jadi saya sudah terima proyek kecil-kecilan meskipun umur saya masih muda waktu itu sekitar 18 tahun karena saya tekun untuk bekerja dan saya selalu mau belajar, saya sudah mulai bawa rombongan untuk mengerjakan proyek yang saya borong dari kepala rombongan proyek bangunan ruko.

Saya dapat proyek baru, saya tiba ditempat pekerjaan baru saya dan juga saya bawa 1 orang teman yang bantu saya. lalu saya naik ke atas untuk mulai memasang keramik, dan sekitar jam 1 disiang hari, entah apa yang terjadi, pada saat itu saya sudah tidak ingat lagi, dan sudah tidak sadarkan diri, lalu saya buka mata dan saya sudah dirumah sakit, saya tidak bisa bergerak samasekali.

keluarga saya tau setelah ada teman yang baca koran dan memberitahukannya kepada keluarga.

Menurut keterangan warga disekitar, pada jam 1 siang, tiba-tiba ada ledakan yang sangat lalu menyambar tubuh saya dan seluruh tubuh saya hangus terbakar, dan lanjut lagi keterangan warga di tempat itu adalah saya tersengat arus listrik tegangan tinggi, karena tiang listrik dari bangunan itu terlalu dekat dan jaraknya hanya sekitar 2 meter.

Dan ternyata bukan hanya saya korbannya, karena 1 bulan sebelum saya bekerja disana ada juga orang yang tersengat listrik bertegangan tinggi persis ditempat itu dan tewas ditempat itu seketika, jadi saya sangat bersyukur karena Tuhan masih memberikan saya kesempatan untuk kehidupan yang kedua. saya ke setrum dengan arus listrik ber tegangan tinggi yang diperkirakan mencapai sekitar 15.000 volt.

Menurut orang PLN tidak ada yang bisa hidup dengan tegangan 15.000 volt dan hanya keajaibanlah jika bisa hidup kembali.

Saya sudah kembali ke agama Kristen sebelum saya kecelakaan listrik, karena saya merasa sangat terpanggil kembali menjadi Kristen dan ikut Tuhan, ini bukan pengaruh dari siapapun baik dari keluarga atau pihak manapun, tapi benar-benar ini panggilan jiwa saya, saya tidak tau tapi inilah yang aku alami dalam hidupku.

Saya sangat yakin bahwa Tuhan memanggil setiap orang dengan panggilan khusus dan ditempat yang berbeda-beda.

Dan ini adalah mujizat yang saya alami dalam perjalanan saya karena saya bisa hidup kembali meskipun seluruh tubuh saya hangus terbakar, lalu saya dirawat dirumah sakit dikota pekan baru, seluruh tubuh saya meleleh dan dari dalam kepala saya keluar cairan, karena ada 3 bagian kepala saya pecah, dan bocor terkena benturan di tempat tersebut, kepala saya sebelah kiri tertusuk besi hingga ke otak, kepala saya bagian atas terbelah, kepala saya bagian belakang bocor, karena saya dihempaskan dan terlempar oleh kekuatan listrik tersebut.

Wajah saya hitam seperti arang, seluruh tubuh saya gosong, dan saya tidak bisa bergerak sama sekali, saya sudah menjalani perawatan luka bakar sekitar 6 bulan, sudah mulai kering tapi saya tidak bisa bergerak samasekali, saya tidak merasa sakit selama 4 bulan dirumah sakit, seperti mati rasa, setelah 4 bulan kemudian baru saya merasa kesakitan yang begitu menyakitkan, hampir setiap hari saya menjerit dirumah sakit.

Setelah 8 bulan kemudian saya dirawat dirumah sakit, dan semua luka bakar sudah kering, saya masih diterapi, leher saya digerakin dan juga tangan dan kaki saya terus digerakin agar tidak kaku.

Saya juga sangat merasa sangat kesakitan pada saat luka bakar saya belum sembuh, tapi dokter menyuruh untuk diterapi, jadi pada saat digerakin saya sangat merasa kesakitan, hingga saya teriak, tapi saya tidak bisa apa-apa karena saya tidak bisa bergerak, dan ketika dokter menekuk lutut dan leher saya, maka lutut saya seperti dibelah dan mengeluarkan darah karena masih ada luka bakar yang masih belum kering.

dan memang itu adalah perintah dari dokter Melly yang merawat saya. dan setelah luka bakar saya sembuh, saya sangat bersyukur karena Tuhan telah menunjuk ibu Melly untuk merawat saya, sehingga saya tidak kaku sama sekali, dan diwajah saya tidak ada bekas luka bakar.

ini adalah ke ajaiban. hanya ada sedikit bekas dileher saya dan juga ada di bagian kaki saya, tapi ditempat lain seperti ditangan saya di wajah tidak ada bekas luka bakar.

Saya sudah mulai bisa pakai tongkat kiri dan kanan, yang mana sebelumnya saya menggunakan kursi roda, lalu setelah 8 bulan dirumah sakit sudah dibolehin pulang oleh dokter.

Saya keluar dan melatih kaki saya agar terus kuat, saya juga dibawa ke tempat-tempat pengobatan tradisional, namun tidak membauahkan hasil yang bagitu baik, kondisi saya hanya bertambah sedikit demi sedikit saja.

 

BERANGKAT KE JAKARTA

Akhirnya saya ambil keputusan untuk berangkat ke Jakarta karena rasa kecewa yang begitu dan amat luar biasa.

Dan tanpa sepengetahuan orangtua pada saat itu saya berangkat, naik bus dari Pakanbaru ke Jakarta sekitar 3 hari dan 2 malam perjalanan, cukup melelahkan, setelah saya sampai di Jakarta saya langsung ke RS. Cipto, dengan membawa surat rujukan yang sudah saya minta dari rumah sakit sebelumnya.

Tidak ada tujuan di Jakarta, saya hanya ingin keluar dari rumah karena tidak sanggup lagi tinggal di rumah karena hampir setiap hari ayah marah dan memukul mama, bahkan pernah memukul saya juga meskipun kondisi saya masih sakit pada saat itu

Akhirnya saya sampai dirumah sakit Cipto dan saya dirawat disana sekitar 2 bulan lamanya. saya kabarin kekeluarga melalui HP Nosa bahwa saya sudah di Jakarta. memang dalam hati saya kecewa dengan kondisi atau keadaan saya yang tidak bisa sembuh, ditambah lagi kondisi keluarga saya.

Saya berjalan menggunakan 2 tongkat, sebelah kira dan kanan. Lalu rumah sakit Cipto merujuk saya ke sebuah Panti Husada Mulya yang ada di Cengkareng Jakarta Barat, panti ini adalah tempat orang-orang sakit yang terlantar dan tidak punya biaya dan keluarga, saya dirawat disana selama 6 bulan. setelah itu saya dipindahkan ke Panti yang bisa memberikan ketempilan kepada penyandang disabilitas, lalu saya pindah ke Panti Sosial Bina Dhaksa (PSBD) cengkareng, tidak jauh dari Panti yang lama.

Lalu saya mulai belajar servis elektronik disini, kami diberikan pelatihan oleh PSBD. saya semangat untuk belajar, saya sudah sekitar 1 tahun di Panti ini, tapi sepertinya servis elektronik itu terlalu sulit buat saya, karena menebak kerusakan dalam komponen elektronik yang rusak tidak mudah dan sangat sulit buat saya.

Saya dapat kabar lagi bahwa ada Pelatihan Komputer Design Grafis di Cibinong Bogor, khusus disabilitas, dan saya mendaftar disana dengan membaya Ijazah Paket C yang telah saya ikuti di Cengkareng Jakarta Barat.

kabar gembira saya diterima jadi murid disana dan kami sekolah design grafis disana selama 1 tahun, sepenuhnya kami dibiayai oleh Pemerintah, dan yang diterima disana hanya yang lulus test saja.

setelah 1 tahun kami keluar dan saya balik dulu ke Pekanbaru Riau bertemu dengan keluarga, karena saya rindu ketemu mama.

Saya sangat terharu dengan perjuangan saya untuk sekolah komputer design grafis. Saya bercerita banyak hal kepada orangtua tentang kisah perjalanan saya ke Jakarta.

Saya balik lagi ke Jakarta, dan saya tinggal di sebuah gereja GPdI Cendrawasih Cengkareng.

Sebelumnya saya gereja disana waktu saya masih tinggal di Panti. sambil saya bekerja di tempat penyetingan atau design seperti kartu nama, undangan dan lain sebagainya..

saya punya teman-teman di gereja yang begitu mensupport saya, anak-anak muda digereja itu terus membakar semangat saya dan mereka terus memberikan dukungan yang positif.

Mereka terus mengajari saya tentang hidup baru, sesuai yang tertulis dalam Kitab Suci, mereka sangat menerima saya apa adanya, mereka tidak membedakan saya samasekali diantara pemuda yang lainnya.

Saya sudah mulai percaya diri, saya yakin bahwa Tuhan pasti tolong saya, jika Tuhan masih memberikan saya kesampatan untuk tetap hidup hingga saat ini artinya ada tugas yang belum saya selesaikan. dan Terima kasih ya Tuhan atas kasih-Mu.

Tak lama kemudian saya dapat pekerjaan baru di Radio Heartline FM di Karawaci Tangarang, melalui Pak Pdt. David, dan saya mulai bekerja disana dibagian Studio Recording, dan Radio Program, saya punya pengalaman baru, dan saya suka dengan perkerjaan itu, saya bekerja disana 2.5 tahun, saya pindah tempat kerja karena kontrak saya tidak diperpanjang lagi disana.

saya dapat pekerjaan baru menjadi design grafis di perusahaan advertising.. setelah 1 tahun lewat saya pindah dan saya bekerja disebuah kantor Developer Properti di Kemayoran Jakarta, saya menjadi Internet Marketing disana dan tugas utama saya adalah membuat website, dan mempromosikan produk property melalui internet, saya pernah belajar tentang ilmu Internet Marketer atau ilmu bisnis online dari teman yang ada di Semarang.

Jadi saya pernah belajar di semarang tentang bisnis internet online juga saya belajar dibeberapa guru di Jakarta, ilmu bisnis online itu banyak sekali, ada toko online, ada affiliasi, ada google adsense, ada dropsip dan banyak lagi, dan teknik promosi yang digunakan juga sangat banyak, seperti SEO, ada FB Ads, ada google Adwords dan banyak lagi… Intinya bisnis online itu sangat luuuaaassss !!!

Saya mengerti koding karena saya pernah belajar web developer

Sangat sangat suka dengan dunia bisnis online, sejak tahun 2008 saya sudah sangat penasaran dan sangat tertarik dengan bisnis online.. Setelah saya belajar di beberapa guru, Ada Anne Ahira waktu itu, Adan Andryan Fritra dan masih banyak lagi.

Pertama saya coba jualan pada waktu itu di toko bagus, saya jualan blender manual dan ternyata laku 1 buah dengan keuntungan 18rb rupiah..

Nah dari 18rb rupiah inilah terus mendorong saya untuk terus belajar, saya melihat dunia nyata didalam internet, karena saya sudah pegang uang 18rb rupiah dari orang yang tidak saya kenal.

Saya mulai memasarkan produk diinternet  melalui website di google yaitu gambar 5 dimensi, dan cukup banyak pesanan waktu itu meskipun ilmu saya belum terlalu kuat pada saat itu, tapi saya sudah bisa jualan melalui internet, saya menjual banyak produk di internet.

Nah, pada satu waktu saya ketemu dengan seorang direktur di Properti The Central 88 Kemayoran yaitu Pak Redji, dan saya kenal Pak Redji ini melalui teman. setelah Pak Redji tau bahwa saya bisa jualan online, akhirnya saya di rekrut menjadi tim penjualan property melalui online dan saya mengambil kesempatan itu. Karena Pak Redji mengecek website atau toko online yang saya buat ada di posisi halaman 1 google, saya menggunakan teknik SEO Backlink untuk berada di posisi 1 halaman google ketikan orang mencari produk yang saya jual.

Saya terus mengembangkan diri terus belajar banyak hal, saya sering ikut seminar, saya ikut workshop bayar mulai dari 200rb per seminar, 4 juta, 5 juga hingga belasan juta rupiah tiap seminar atau workshop.

Dari penghasilan saya dari pekerjaan banyak saya investasikan untuk ilmu khususnya BISNIS ONLINE, karena saya melihat ada kehidupan disana

banyak sekali ilmu baru yang saya pelajari, dan saya yakin bahwa semua yang saya pelajari satu waktu pasti digunakan, jika saya tidak menggunakannya saya bisa bagikan kepada orang lain.

Saya juga pernah kursus gitar klasik di Purwacaraka sekitar 1,5 tahun, tapi saya tidak lanjut karena saya tidak banyak waktu latihan, karena gitar klasik harus punya waktu setiap hari untuk latihan, tingkatnya jauh lebih sulit, sebenarnya saya sangat tertarik karna hasil yang dihasilkan dari gitar klasik sangatlah indah, saya lebih banyak waktu untuk pengembangan bisnis Internet saya, dan saya harus tinggalkan gitar klasik.

saya sangat senang belajar dan mengembangkan diri. buat saya ilmu itu sangat mahal karena yang mahal adalah proses belajarnya.

Saya sangat senang belajar hal-hal yang baru, saya lebih suka bidang teknologi, bisnis online, membuat website, design grafis, editing video, pembuatan film dan banyak hal yang saya suka didalam ilmu teknologi, saya suka dengan dunia ini.

Saya sudah berhenti dari kantor Developer Properti dan mulai merintis 1 bisnis dagang aksesoris motor, karena pada awalnya saya dijakarta sendiri, tapi saya mengajak Mama kesini, karena dia juga sudah tidak betah tinggal bersama Ayah, dan Mama sekarang bersama saya, dengan cara mama lari dari rumah dibantu dengan saudara saya.

Dan mama baru merasakan kelegaan setelah 25 tahun bersama ayah, mama bilang kehidupan seperti ini sudah cukup bagiku, saya senang dan terharu mendengarnya, kami memulai membangun keluarga kecil kami, saya dan mama..

Kami mulai berdoa setiap pagi, sebelum matahari terbit, kamu mau membentuk kehidupan baru.

Mamalah yang selalu mendorong saya, apa saja yang saya sampaikan asal itu baik Mama pasti dukung dan dia bilang ayo muju kamu pasti berhasil, dia terus menanamkan kata-kata yang baik dalam diri saya, dia sering katakan kamu pintar, kamu akan menjadi orang besar.

Kami sudah mengampuni dan memaafkan Ayah, dan sampai saat ini ayah masih di pekanbaru, karena mama masih belum siap untuk bersatu, mungkin karena rasa trauma selama 25 tahun.

pada saat saya masih bekerja di Design grafis dulu saya tinggal bersama Mama di Tangerang, dan Mama bantu cari uang juga dengan mencari barang rongsokan, seperti aqua gelas, dus bekas dan lainnya, dia jadi pemulung seperti pemulung lainnya. pada waktu itu keuangan kami hanya pas buat kebutuhan kami, buat bayar kontrakan dan buat kebutuhan sehari-hari, karena gaji saya waktu itupun terbilang kecil.

Dan setelah saya bekerja di Developer Properti gaji saya lebih besar 2 kali lipat dari gaji saya sebelumnya, diatas UMR Jakarta, saya cukup senang waktu itu dan kami juga kontrak rumah di Cengkareng Jakarta Barat, saya sudah mulai bisa cicil motor dan bayar kontrakan rumah kami.

Waktu itu saya sering tinggal nginap digereja karena saya ada pelayanan disana dan teman-teman anak-anak muda dari gereja terus mensupport saya, memberikan motivasi dan semangat dan terlebih mereka menerima saya apa adanya.

Itulah yang terus memberikan saya kepercayaan diri, karena saya melihat anak-anak muda ini begitu menerima saya dalam kondisi saya yang sudah seperti ini. dan dari situlah saya bangkit !

Dampak dari kecelakaan itu kaki saya lemah dan saya harus berjalan dengan menggunakan tongkat hingga sampai sekarang.

Saya terus menanamkan hal-hal yang baik dalam diri saya, dan saya juga memiliki semangat yang besar untuk menggapai setiap impian saya, saya punya mimpi ingin menciptakan sesuatu yang baru (dan saya belum pernah terbayang sesuatu yang baru tentang apa) saya jalani hidup dengan penuh pengharapan, mengucapkan syukur kepada Tuhan atas segala sesuatu, dan saya selalu bawakan dalam doa agar Tuhan menjadikan saya orang yang berguna bagi Dia dan bagi banyak orang.

#Jika Tuhan kehendaki apapun bisa terjadi

 

FOKUS BISNIS ONLINE

Saya kembangkan penjualan di outlet-outlet penjualan di lapak, saya bikin CV, jadi nama dari usaha penjualan aksesoris motor adalan: CV. Motor Market

Saya urus surat kontrak payung dari Pertamina untuk kerjasama dan Puji Tuhan, diterima dan diberikan surat kontrak payung oleh Pertamina pusat, dan kami bisa jual aksesoris motor di SPBU di Jakarta dan Tangerang, ada beberapa outlet yang sudah berjalan dan akan terus bertambah, bahkan ada juga yang menjadi mitra, jadi kami supplai barang ke mereka, tapi mereka sendiri yang mengelola sepenuhnya tapi masih atas nama Motor Market.

Saya sudah fokus untuk mengembangkan usaha dagang aksesoris motor bisnis online dan Offline, namun di bisnis online jauh lebih maju, karena kita bisa jual barang keseluruh Indonesia.

saya juga bikin website untuk jualan di internet, ada beberapa website yang saya bikin muncul dihalaman 1 pencarian google, dan sudah banyak pelanggan yang pesan dari berbagai penjuru di Indonesia, saya menggunakan teknik-teknik yang saya pelajari dari guru-guru saya dan saya berhasil untuk membangun sebuah bisnis online, saya jual aksesoris motor diinternet semua harga grosir, dan saya juga jual GPS Tracker pengaman Mobil, berikut situsnya:

www.pabrikbuff.com

www.grosirmaskermurah.com

www.pabrikgps.com

Dan masih ada beberapa lainnya…

Saya sudah ada tim admin yang meng handle penjualan online, jadi saya sudah tidak ikut lagi untuk penjualan ke klien, saya fokus ke bisnis yang lainnya.

Saya dibantu sekitar 15 orang untuk membantu saya dalam mengembangkan bisnis online saya..

Disinilah saya menemukan kehidupan baru, apa yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya itu benar-benar saya alami sekarang..

Saya hampir-hampir tidak masuk akal tapi itulah kehidupan tidak ada yang tau, tidak ada yang bisa prediksi.. semuanya akan indah pada waktunya.. AMIN !

MULAI MENJADI TRAINER
Saya mulai membuka kelas untuk belajar BISNIS ONLINE

Kelas ada di Cengkareng Jakarta, kelas ini mulai buka di bulan Desember 2017 dan berjalan hingga sekarang, banyak yang sudah belajar dikelas Bisnis Online Maru Nazara… dan tidak sedikit dari mereka yang sudah berhasil, saya sangat senang mendengarnya karena berbagai pengalaman mereka bagikan kesaya.

Saya sangat terharu dan juga sangat bersyukur kepada Tuhan karena banyak dari member yang belajar di kelas telah berhasil dalam bisnis mereka.

Yang belajar dikelaspun dari berbagai latar belakang, ada Ibu rumah tangga, ada anak sekolah, ada kuli, ada dokter ada pengusaha dan ada pengangguran juga.. semuanya punya kesempatan untuk belajar dan sukses membangun bisnis mereka, dan saya sangat senang karena diberikan kehormatan untuk berbagi. kepada teman-teman yang membutuhkan.

Anugerah Tuhan yang begitu hebat yang saya alami takterhingga, diluar batas akal kemampuan berpikir manusia, bahkan saya sendiri mengaguminya. Tuhan ajaib!

Saya terus punya keyakinan yang begitu kuat bahwa jika Tuhan belum panggil saya waktu tersengat arus listrik bertegangan tinggi artinya masih ada tugas saya yang belum selesai, dan saya sangat mengagumi dan menghargai karya yang Tuhan percayakan kepada saya.

Nah, bagi teman-teman yang sudah membaca kisah hidup saya, semoga terinspirasi ya đŸ™‚
Dan mendapatkan kekuatan yang baru, mungkin kita terpanggil dengan kisah hidup yang rumit dan berbeda, tapi kita terus belajar atas apa yang telah kita lalui..

Terima kasih atas kunjungannya ke website saya, semoga keberuntungan menjadi bagian teman-teman semua. Amin!

 

Maru Nazara

web: marunazara.com

Email: tooversionmaru@gmail.com

IG: www.instagram.com/marunazara/

FB : fb.com/maru.nazara

 

>> KLIK DISINI UNTUK KEMBALI KE HOME <<